Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 6)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Pelaksanaan Pemasangan (Bagian 3)

12. Memasang sistem dasar

Setelah proses pemartisian selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasang sistem dasar Debian. Pada saat ini, pemasang Debian akan memasang paket-paket dasar sistem Debian, seperti paket kernel Linux, perkakas manajemen paket (dpkg dan apt), utilitas inti GNU (coreutils) dan lain-lain. Pemasangan sistem dasar ini akan membutuhkan waktu selama beberapa menit (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan).

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih kernel yang akan dipasang dan penggerak (driver) yang akan dimuat ke dalam berkas citra “initrd”.

13. Mengonfigurasi manajer paket (apt)

Setelah proses pemasangan sistem dasar Debian selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi perkakas manajer paket, yang dalam hal ini adalah perkakas apt. Langkah ini dimulai dengan pemindaian terhadap media CD atau DVD pemasangan oleh pemasang Debian. Jika pemindaian telah berhasil dilaksanakan, maka pemasang Debian akan mendaftarkan media CD pemasangan tersebut sebagai sumber arsip paket Debian yang akan digunakan di dalam proses pemasangan. Setelah itu kita akan ditanya apakah kita ingin memindai media CD yang lain atau tidak.

Setelah itu kita juga akan ditanya apakah kita ingin menggunakan cermin jaringan (cermin arsip paket Debian) atau tidak. Cermin jaringan ini menyediakan paket perangkat lunak yang lebih lengkap dan versi paket yang lebih baru dibandingkan dengan CD pemasangan. Jika kita memiliki sambungan jaringan internet yang bagus, maka akan sangat disarankan untuk menggunakan cermin jaringan ini. Namun jika tidak, maka dengan CD pemasangan saja sebenarnya sudah mencukupi untuk digunakan dalam pemasangan sistem operasi Debian ini terutama jika kita menggunakan media pemasangan berupa media DVD.

Jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan, maka kita akan diminta untuk memilih cermin arsip paket Debian yang ingin kita gunakan. Dalam penentuan cermin ini, kita sebaiknya memilih cermin yang kita ketahui memiliki sambungan jaringan internet yang terbaik dengan diri kita. Namun jika kita tidak mengetahui perihal cermin tersebut, maka kita dapat memilih cermin yang terletak di dalam negara tempat kita tinggal saat ini. Pemilihan cermin saat pemasangan ini nantinya dapat diubah setelah proses pemasangan selesai dilaksanakan dengan mengubah berkas /etc/apt/sources.list.

Setelah kita memilih cermin jaringan maka pemasang debian akan mengunduh berkas senarai paket yang berasal dari cermin secara otomatis untuk memperbaharui senarai paket yang dapat dikenali oleh perangkat manajer paket (apt).

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan pemutakhiran untuk rilis Debian, dan layanan perangkat lunak backport. Layanan pemutakhiran tersebut adalah pemutakhiran keamanan dan pemutakhiran rilis.

Pemutakhiran keamanan ini akan membantu menjaga sistem kita tetap aman dari berbagai serangan. Pemutakhiran rilis menyediakan versi perangkat lunak yang lebih baru yang berubah relatif sering dan jika kita tidak memiliki versi terbaru dari perangkat lunak tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kegunaan dari perangkat lunak. Selain itu pemutakhiran ini juga menyediakan perbaikan-perbaikan regresi.

Perangkat lunak backport merupakan perangkat lunak yang diambil dari versi pengembangan agar dapat bekerja dengan rilis walaupun belum dilakukan pengujian secara lengkap, termasuk beberapa aplikasi dengan versi yang lebih baru yang mungkin menyediakan fitur-fitur yang berguna.

14. Mengonfigurasi sayembara popularitas paket Debian

Sayembara popularitas paket Debian atau Debian Popularity Contest ini merupakan sebuah proyek yang dibuat untuk memetakan penggunaan paket Debian. Proyek ini mendapatkan informasi penggunaan paket dalam bentuk data statistik dari para pengguna secara anonim menggunakan perkakas “popularity-contest”. Perkakas ini akan dijalankan sekali dalam seminggu dan akan mengirimkan informasi tersebut kepada para pengembang Debian. Proyek ini kemudian dapat menggunakan informasi ini untuk mengetahui kepentingan dari masing-masing paket, yang akan mempengaruhi prioritas yang akan diberikan kepada paket-paket tersebut. Secara khusus, paket terpopuler akan disertakan di dalam CD pemasangan Debian, sehingga dapat memudahkan pengguna yang tidak ingin mengunduh atau membeli satu set CD pemasangan secara lengkap dalam mengakses paket tersebut.

Perkakas popurarity-contest ini hanya akan diaktifkan jika pengguna menginginkannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati kerahasiaan penggunaan pengguna. Di dalam proses pemasangan sistem operasi Debian ini, kita dapat memilih untuk ikut serta berpartisipasi dalam sayembara popularitas ini atau tidak.

15. Memilih dan memasang perangkat lunak

Sampai dengan saat kita memulai langkah ini, hanya perangkat lunak inti sistem yang baru terpasang. Untuk menyesuaikan sistem menjadi yang kita butuhkan, kita dapat memilih untuk memasang sejumlah perangkat lunak tambahan yang telah dikelompokkan dalam beberapa kelompok perangkat lunak yang telah ditetapkan. Sebagai contoh di dalam panduan ini, kita akan memilih memasang lingkungan desktop Xfce, peladen cetak, dan utilitas sistem standar.

Selanjutnya pemasang Debian akan memasang paket-paket yang termasuk dalam kelompok perangkat lunak yang telah kita pilih. Pemasangan perangkat lunak ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan, jumlah perangkat lunak yang akan dipasang dan seberapa baik sambungan jaringan internet yang kita gunakan jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan).

16. Memasang bootloader

Setelah proses pemasangan perangkat lunak tambahan kita lakukan, maka kita dapat melakukan langkah yang terakhir yaitu memasang bootlader pada diska. Bootloader ini merupakan sebuah program yang digunakan untuk memuat dan memulai sistem operasi. Program ini akan memuat kernel sistem operasi ke dalam memori dan mengeksekusinya. Program ini juga menawarkan sebuah menu yang memungkinkan pengguna untuk memilih kernel untuk memuat sistem operasi atau memilih sistem operasi yang akan di-booting.

Program bootloader baku yang digunakan sistem operasi Debian adalah GRUB (GRand Unified Bootloader). Program ini dapat bekerja dengan sebagian besar sistem berkas, mudah dikonfigurasi dan mendukung banyak sistem operasi. Sebelum bootloader dipasang, pemasang Debian akan mencoba untuk memeriksa sistem operasi lain yang telah terpasang pada mesin. Jika menemukan sistem operasi yang didukung, maka bootloader akan dikonfigurasi untuk dapat melakukan booting sistem operasi lain ini di samping Debian. Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode booting UEFI, maka bootloader akan dipasang secara otomatis pada partisi ESP (EFI System Partition). Namun jika kita memasang dalam mode BIOS lawas, maka kita dapat memilih untuk memasang bootloader pada sektor mbr (master boot record) atau pada partisi lain (seperti partisi root atau partisi /boot sistem operasi). Pemasangan bootloader pada mbr ini perlu dilakukan jika kita ingin menjadikan komputer hanya akan berisi satu sistem operasi saja atau jika kita ingin menjadikan bootloader sistem operasi Debian ini sebagai bootloader baku (jika multi-booting). Selain itu kita juga dapat memilih peranti atau kandar yang akan menjadi target pemasangan bootloader.



Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode BIOS lawas dengan menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk memasang LILO sebagai bootloader sistem kita.

17. Menyelesaikan pemasangan

Setelah bootloader telah selesai dan berhasil dipasang, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa kita telah berhasil menyelesaikan proses pemasangan sistem operasi Debian ini. Maka langkah selanjutnya adalah kita dapat menghidupkan atau mem-booting ulang komputer kita untuk mem-booting sistem operasi Debian kita yang baru. Dan jangan lupa untuk melepaskan media pemasangan yang sebelumnya kita gunakan.

Akhir kata, selamat! Kita telah berhasil memasang sistem Debian 9 Stretch” pada komputer. Kini kita dapat memulai untuk belajar dan bekerja menggunakan salah satu sistem operasi terbaik di dunia yang ada saat ini “Debian GNU/Linux”.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

Akbar, Ade Malsasa. 2017. How to Install Debian 9 Stretch DVD1 with Gnome Desktop, (Daring), (http://www.ubuntubuzz.com/2017/07/how-to-install-debian-9-stretch-dvd1-wit­h-gnome-desktop.html, diakses tanggal 16 Juli 2017).

Hertzog, Raphaël dan Roland Mas. 2015. The Debian Administrator’s Handbook. Sorbiers:Freexian.

Kumar, Pradeep. 2017. Debian 9 ‘stretch’ Installation Guide with Screenshots, (Daring), (https://www.linuxtechi.com/debian-9-installation-guide-with-screenshots/, diakses tanggal 8 Juli 2017).

Para Kontributor Wiki Debian. QuickInstall – Debian Wiki, (Daring), (https://wiki.debian.org/QuickInstall, diakses tanggal 10 Juli 2017).

Tim Debian Installer. 2017. Debian GNU/Linux Installation Guide, (Daring), (https://www.debian.org/releases/stretch/amd64/, diakses tanggal 8 Juli 2017).

Iklan

Ditandai:

5 thoughts on “Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 6)

  1. […] Bagian 3 […]

    Suka

  2. […] Bagian 3 […]

    Suka

  3. […] Bagian 3 […]

    Suka

  4. […] Bagian 3 […]

    Suka

  5. […] Bagian 3 […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: