Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 4)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Pelaksanaan Pemasangan (Bagian 1)

Setelah tahapan perencanaan dan persiapan pemasangan telah kita lalui, kini kita telah dapat memulai pelaksanaan pemasangan sistem operasi Debian GNU/Linux. Di dalam tahapan pelaksanaan pemasangan ini, terdapat beberapa langkah yang harus kita lakukan. Langkah-langkah tersebut adalah:

1. Menyalakan komputer.

2. Memasang media pemasangan yang telah disiapkan ke komputer.

3. Mengarahkan komputer agar mem-booting media pemasangan.

Untuk dapat mengarahkan komputer agar mem-booting dari media pemasangan, kita dapat membuka menu pemilihan media booting yang dimiliki oleh firmware sistem dan memilih nama media pemasangan yang kita ingin gunakan yang tercantum dalam menu tersebut. Untuk membuka menu tersebut kita dapat menekan tombol “Esc”, “F12”, “F11”, atau tombol lain yang ditentukan oleh pihak pabrikan. Untuk perangkat komputer yang menggunakan firmware sistem UEFI, biasanya akan ada keterangan tambahan “UEFI“ pada menu pemilihan media booting. Jika kita ingin mem-booting media pemasangan dalam mode UEFI, kita dapat memilih nama media pemasangan yang memiliki keterangan tentang UEFI pada menu.

Namun jika sebelumnya kita telah menentukan prioritas media booting ke jenis media pemasangan yang kita gunakan pada menu pengaturan firmware sistem, maka langkah untuk mengarahkan atau memilih media booting ini dapat kita lewati.

4. Menjalankan sistem pemasangan Debian

Setelah media pemasangan kita pilih, komputer akan memulai mem-booting sistem pemasangan Debian. Saat pemasang tersebut booting, kita akan ditunjukkan dengan sebuah menu tampilan yang berisi beberapa masukan yang dapat dipilih untuk memulai sistem pemasangan Debian GNU/Linux dalam berbagai mode. Menu ini sebenarnya adalah tampilan menu dari program bootloader yang digunakan oleh sistem pemasangan. Di dalam sistem pemasang yang ditujukan untuk arsitektur x86 dan x86-64, kita akan menemui dua program bootloader yang berbeda yang masing-masing dari keduanya ditujukan untuk mendukung berbagai mode booting dari sistem komputer. Untuk mendukung booting dalam mode UEFI, sistem pemasang Debian menggunakan GRUB2 sebagai bootloader. Sedangkan untuk mendukung booting dalam komputer yang menggunakan firmware sistem BIOS atau mode BIOS lawas bagi komputer yang yang menggunakan firmware sistem UEFI, sistem pemasang Debian menggunakan bootloader ISOLINUX.

Menu-menu pemasang Debian tersebut adalah:

  1. Graphical Install
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis. Setelah di-booting, program pemasang akan memandu kita selangkah demi selangkah secara berurutan.
  2. Install
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka teks (newt). Fungsionalitas dari pemasang berbasis teks ini pada dasarnya sama dengan pemasang grafis, karena pada dasarnya keduanya menggunakan program yang sama, namun dengan frontend yang berbeda.
  3. Advanced options
    Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian.

    Opsi-opsi lanjutan tersebut adalah:

    1. Graphical expert install
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka grafis. Mode ahli ini memberikan kendali yang lebih lengkap atas pemasang Debian. Dalam mode ahli ini kita akan langsung dihadapkan pada menu utama dari pemasang Debian yang harus kita pilih sendiri setiap menu dalam proses pemasangan satu per satu. Jika kita ingin mengonfigurasi jaringan dengan alamat IP statis, memilih sendiri kernel yang akan kita pasang atau ingin menggunakan LILO sebagai bootloader sistem, maka kita disarankan untuk menggunakan mode ahli ini.
    2. Graphical rescue mode
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka grafis. Mode perbaikan ini dapat kita gunakan untuk memperbaiki sistem Debian ketika terjadi kerusakan, seperti gagal booting setelah dilakukan peningkatan dan lain-lain.
    3. Graphical automated install
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka grafis. Mode otomatis ini dapat memasang dengan lengkap sistem Debian secara otomatis menggunakan metode “preseeding”.
    4. Expert install
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka teks (newt).
    5. Rescue mode
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka teks (newt).
    6. Automated install
      Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka teks (newt).
    7. Speech-enabled advanced options
      Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

      Opsi-opsi lanjutan tersebut adalah:

      1. Expert speech install
        Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan dukungan sintesis berbicara aktif.
      2. Rescue speech mode
        Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan dukungan sintesis berbicara aktif.
      3. Automated speech install
        Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan dukungan sintesis berbicara aktif.
  4. Install with speech synthesis
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Sistem live Debian juga dapat kita gunakan sebagai media pemasangan sistem operasi Debian. Namun jika kita menggunakan sistem live Debian tersebut, maka kita akan menemukan menu pemasang Debian yang tidak selengkap menu pada CD pemasang Debian standar.

Menu-menu pemasang Debian tersebut adalah:

  1. Graphical Debian Installer
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka grafis.
  2. Install
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka teks (newt).
  3. Debian Installer with Speech Synthesis
    Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Di dalam panduan ini, kita hanya akan membahas pemasangan Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis saja. Oleh karena itu, untuk memulai pemasangan kita pilih menu “Graphical Install”. Jika teman-teman pembaca ingin menggunakan mode lain, maka bisa menggunakan panduan yang disediakan oleh pihak lain.

5. Memilih pelokalan

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah sistem pemasang Debian kita jalankan adalah memilih pelokalan. Dalam tahapan ini, kita akan diminta untuk memilih bahasa yang ingin kita gunakan dan lokasi atau negara tempat kita tinggal saat ini. Dalam memilih bahasa ini, sebaiknya kita memilih bahasa yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari atau jika tidak, bahasa tersebut merupakan bahasa yang sudah kita kuasai (minimal secara pasif). Bahasa yang kita pilih tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahasa pengantar selama proses pemasangan dan sebagai bahasa baku yang akan digunakan di dalam sistem yang terpasang.

Bahasa baku yang digunakan oleh sistem pemasang adalah bahasa Inggris. Sistem pemasang Debian 9 ini mendukung sekitar 75 bahasa, namun hanya 21 bahasa yang menyediakan terjemahan secara lengkap.

Selanjutnya kita akan diminta memilih lokasi atau negara yang kita tempati saat ini. Lokasi yang kita pilih ini akan digunakan untuk mengatur zona waktu kita dan juga dapat membantu kita dalam memilih pelokalan sistem.

Jika ternyata kombinasi pemilihan bahasa dan lokasi atau negara yang kita pilih tidak dapat didefinisikan oleh pelokalan sistem yang terdapat dalam senarai pelokalan, maka kita akan diminta untuk memilih pelokalan yang kita inginkan yang tersedia untuk bahasa yang kita pilih tersebut. Sebagai contoh, jika kita memilih bahasa Inggris sebagai bahasa untuk sistem pemasangan dan sebagai bahasa baku untuk sistem terpasang serta lokasi Indonesia, maka kita tidak akan dapat menemui pelokalan “en_ID” di dalam senarai pelokalan. Oleh karena itu sebagai gantinya kita dapat memilih pelokalan “en_US.UTF-8” untuk sistem kita.

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih pelokalan tambahan untuk sistem.

6. Mengonfigurasi papan ketik

Langkah selanjutnya adalah, kita memilih tata letak papan ketik yang kita inginkan. Sebagai contoh, kita akan memilih tata letak “American English”.

7. Mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen pemasang

Setelah melakukan konfigurasi papan ketik, proses selanjutnya adalah mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen pemasang Debian dari CD.

Jika kita memasang menggunakan mode normal, maka proses-proses tersebut akan dilakukan secara otomatis oleh pemasang Debian. Namun jika kita menggunakan mode ahli, kita juga dapat memilih komponen-komponen pemasang Debian tambahan yang mungkin menarik bagi kita sebagai pengguna agar dapat ikut dimuat.

8. Mengonfigurasi jaringan

Langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi jaringan. Saat kita memasuki langkah ini, pemasang Debian akan mendeteksi perangkat jaringan yang terdapat di dalam komputer. Jika di dalam komputer terdeteksi lebih dari satu perangkat jaringan, maka kita akan diminta memilih salah satu dari perangkat tersebut menjadi antarmuka jaringan utama yang akan digunakan selama pemasangan. Secara baku, pemasang Debian akan mencoba mengonfigurasi jaringan komputer secara otomatis sejauh mungkin. Jika konfigurasi otomatis gagal, kita akan ditanya apakah ingin mencoba lagi konfigurasi otomatis, melakukan pengaturan manual atau memilih untuk tidak melakukan konfigurasi. Kegagalan konfigurasi otomatis tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kabel jaringan yang tidak terpasang hingga infrastruktur yang hilang untuk konfigurasi otomatis. Dalam konfigurasi jaringan ini, kita juga akan diminta untuk menetapkan nama komputer (hostname) dan nama domain dari komputer kita.

9. Mengatur pengguna dan kata sandi

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengatur pengguna dan kata sandi. Dalam langkah ini, kita akan menetapkan dua hal. Yang pertama adalah menetapkan kata sandi untuk akun root. Akun root ini merupakan akun yang memiliki hak istimewa dalam sebuah sistem Unix atau mirip Unix (Unix-like). Akun ini memberi kita kemampuan untuk melakukan semua aspek administrasi sistem, termasuk menambahkan akun pengguna, mengubah kata sandi pengguna, memeriksa berkas catatan, memasang perangkat lunak dan lain-lain. Seorang pengguna jahat atau tidak terpercaya dengan akses “root” dapat menyebabkan bencana bagi sistem, sehingga kita harus berhati-hati dengan cara memilih kata sandi yang tidak mudah ditebak. Kata sandi tersebut juga tidak boleh berupa kata yang dapat ditemukan dalam kamus atau kata yang dapat dengan mudah dihubungkan dengan diri kita. Sebuah kata sandi yang baik akan berisi sebuah percampuran dari huruf, angka dan tanda baca serta selalu diganti secara teratur.

Akun root ini tidak boleh memiliki kata sandi kosong. Jika dalam kolom masukan kata sandi ini kita biarkan kosong, maka akun root akan dimatikan atau dinonaktifkan dan akun pengguna pertama sistem akan diberikan kemampuan untuk melakukan kegiatan administrasi sistem menggunakan perintah “sudo”.

 

Hal selanjutnya adalah membuat akun pengguna biasa. Akun pengguna ini akan digunakan untuk melakukan aktivitas non-administratif. Untuk membuat akun ini, hal pertama yang dilakukan adalah menetapkan nama lengkap atau nama asli dari pengguna.

Kemudian kita dapat menetapkan nama dan kata sandi untuk akun pengguna tersebut.

10. Mengonfigurasi jam

Langkah selanjutnya adalah memilih zona waktu sesuai dengan kota tempat tinggal kita saat ini. Jika zona waktu yang diinginkan tidak terdaftar dalam senarai, kita dapat kembali mengulangi langkah pemilihan bahasa atau “Choose language” dan memilih negara yang menggunakan zona waktu yang kita inginkan tersebut.

(Bersambung…)

Iklan

Ditandai:

5 thoughts on “Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 4)

  1. […] Bagian 1 […]

    Suka

  2. […] Bagian 1 […]

    Suka

  3. […] Bagian 1 […]

    Suka

  4. […] Bagian 1 […]

    Suka

  5. […] Bagian 1 […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: