Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 2)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Perencanaan Pemasangan

Dalam ilmu manajemen, perencanaan sering disebut dengan istilah planning yaitu persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Menurut William H. Newman (Majid, 2007: 15), perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan.

Setelah ini, mungkin akan muncul banyak pertanyaan yang berkisar tentang “apa hubungan perencanaan dengan pemasangan suatu sistem operasi atau perangkat lunak ini dan apakah perencanaan memang diperlukan dalam sebuah proses pemasangan”. Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, maka kita perlu mengetahui dan memahami dengan baik apa manfaat dari perencanaan ini. Manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan perencanaan ini antara lain adalah:

  • membantu melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien;
  • membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan melakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul lebih awal;
  • membantu mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan dan ancaman;
  • membantu menghindari adanya kegiatan pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol; dan
  • membantu dalam menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan serta dalam memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik di antara alternatif-alternatif lain.

Jika kegiatan perencanaan ini diterapkan saat proses pemasangan suatu sistem operasi atau perangkat lunak, maka akan dapat membantu kita dalam melaksanakan proses pemasangan tersebut secara efektif dan efisien serta dapat membantu kita menghindari dan mengatasi berbagai masalah dan hambatan yang mungkin timbul selama proses persiapan, pelaksanaan pemasangan serta setelah proses pemasangan selesai dilaksanakan. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini dirasa cukup merepotkan dan dianggap sebagai tindakan yang berlebihan, namun jika melihat manfaat yang akan kita dapat maka tidak ada salahnya jika perencanaan dapat kita laksanakan.

Dalam pemasangan sebuah sistem operasi yang dalam hal ini adalah sistem operasi Debian GNU/Linux, perencanaan yang akan kita buat mencakup tentang bagaimana cara memasang sistem operasi tersebut dan termasuk hal apa saja yang kita butuhkan dan kita inginkan ada atau dapat diterapkan ke dalam sistem, bagaimana cara untuk mewujudkan dan menerapkan kebutuhan dan keinginan tersebut, pengalokasian sumber daya serta tindakan-tindakan lain yang perlu untuk kita lakukan. Kebutuhan dan keinginan tersebut dapat dinyatakan atau dibuat dalam sebuah daftar atau senarai yang berfungsi sebagai alat bantu yang akan memudahkan kita dalam memantau dan memastikan apakah hal-hal yang kita butuhkan dan kita inginkan tersebut dapat kita wujudkan atau tidak. Kebutuhan dan keinginan tersebut dapat berupa berbagai macam hal, seperti paket-paket atau perangkat lunak apa saja yang akan dipasang, konfigurasi yang ingin diterapkan pada sistem, metode atau cara pemasangan yang akan dilakukan, media pemasangan yang akan digunakan, konfigurasi pada perangkat keras, pengalokasian waktu dan biaya, siapa yang akan melakukan kegiatan pemasangan, dan lain sebagainya.

Untuk dapat menyusun rencana pemasangan tersebut dengan baik, terdapat beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. Mengenali perangkat keras yang kita gunakan.
    Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali perangkat keras yang kita gunakan. Pengenalan yang dilakukan ini setidaknya dapat memberikan kita informasi tentang merek, tipe, dan nomor seri dari perangkat keras yang terdapat di dalam perangkat komputer yang kita miliki, seperti chip prosesor, unit pengolah grafis, chip codec audio, chip pengendali jaringan ethernet dan jaringan nirkabel, media penyimpanan, jenis firmware yang digunakan komputer (sebagai contoh apakah berupa BIOS, UEFI 32 bit atau UEFI 64 bit), dan lain sebagainya serta bagaimana dukungan sistem operasi terhadap perangkat keras dan kompatibilitas perangkat keras yang kita miliki. Informasi-informasi ini akan sangat berguna bagi kita dalam menentukan pilihan arsitektur sistem, mode booting atau mode firmware yang akan digunakan sistem, pemilihan penggerak (driver) yang paling cocok untuk perangkat keras yang ada beserta konfigurasinya, mengidentifikasi masalah yang mungkin akan timbul (yang berhubungan dengan perangkat keras), serta menentukan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya. Untuk dapat mengetahui tentang informasi tentang perangkat keras ini, kita dapat melakukan berbagai macam cara, antara lain:

    1. membaca informasi tentang spesifikasi produk yang ada di dalam buku manual atau yang tertera di dalam dus kemasan perangkat keras;
    2. mengunjungi laman dukungan yang terdapat dalam situs web resmi produsen perangkat keras;
    3. menggunakan perangkat lunak manajer peranti (device manager) jika komputer sebelumnya telah terpasang sistem operasi lain;
    4. bertanya kepada teman, saudara, atau orang lain yang lebih paham dan mengerti tentang komputer;
    5. bertanya ke forum-forum komputer daring;
    6. mengunjungi berbagai situs yang menyediakan ulasan tentang berbagai perangkat keras; dan
    7. mengunjungi laman portal dokumentasi tentang dukungan perangkat keras yang disediakan oleh pengembang sistem operasi.

    Setelah mendapatkan informasi-informasi yang kita butuhkan, baik itu informasi tentang perangkat keras, sistem operasi, atau informasi yang lain, kita sangat dianjurkan untuk mencatat atau menuangkan informasi-informasi tersebut dalam sebuah senarai. Hal yang akan membantu kita dalam mengingat informasi-informasi tersebut dan selanjutnya akan membantu kita dalam menentukan berbagai macam kebutuhan dan menetapkan langkah-langkah yang mungkin perlu untuk kita lakukan dalam pelaksanaan proses pemasangan.

  2. Mengenali sistem operasi dan perangkat lunak yang ingin kita pasang.
    Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah mencari tahu informasi tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang ingin kita pasang. Informasi yang kita butuhkan dapat berupa kelebihan dan kekurangan dari sistem operasi atau perangkat lunak tersebut, informasi tentang kebutuhan minimal pemasangan, cara pemasangan, petunjuk penggunaan, karakteristik, dan informasi teknis tentang sistem operasi atau perangkat lunak maupun informasi lainnya yang berkaitan dengannya. Tujuan utama dari pengenalan ini adalah agar kita dapat menghindari atau setidaknya memperkecil peluang timbulnya masalah saat proses pemasangan dan setelah pemasangan sistem operasi.
  3. Mengidentifikasi dan menentukan segala kebutuhan dan keinginan.
    Setelah informasi tentang perangkat keras serta sistem operasi atau perangkat lunak yang ingin dipasang telah kita dapatkan, langkah selanjutnya adalah menggali dan mengidentifikasi hal apa saya yang dibutuhkan dan diinginkan ada atau akan diterapkan pada sistem. Proses identifikasi ini dapat dilakukan dengan membuat sejumlah pertanyaan hal-hal tersebut. Contoh pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain:

    1. Arsitektur mana yang akan kita gunakan?
    2. Metode pemasangan apa yang akan kita gunakan?
    3. Mode booting apa yang akan kita gunakan?
    4. Bagaimana skema susunan partisi yang akan kita gunakan?
    5. Berapa besar alokasi ruang untuk setiap partisi dan sistem berkas apa yang akan digunakan?
    6. Paket-paket apa saja yang akan kita pasang?
    7. Lingkungan desktop apa yang akan kita gunakan?
    8. Apakah tersedia jaringan internet yang dapat digunakan untuk pembaharuan dan pemasangan sistem?
    9. Komputer mau digunakan untuk keperluan apa? Sebagai contoh apakah sebagai peladen atau untuk perangkat sehari-hari atau untuk keperluan lain.
    10. dan lain sebagainya.
  4. Menyenaraikan kebutuhan dan keinginan.
    Setelah semua kebutuhan dan keinginan tadi telah kita dapatkan, selanjutnya kita dapat menunangkan kebutuhan dan keinginan tadi ke dalam sebuah daftar atau senarai. Senarai ini sebenarnya hanya alat bantu dan tidak memiliki format yang baku. Jika kita merasa bahwa kita mampu untuk mengingat semua kebutuhan dan keinginan tadi, maka senarai tersebut tidak perlu dibuat.
  5. Menyenaraikan langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan dalam rangka persiapan dan pelaksanaan pemasangan sistem operasi.
    Senarai langkah-langkah ini juga merupakan sebuah alat bantu yang akan menjadi pedoman bagi kita dalam melaksanakan pemasangan sistem operasi. Dengan adanya sebuah pedoman maka diharapkan proses pemasangan sistem operasi ini dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam menyusun senarai ini, kita dapat memanfaatkan panduan-panduan pemasangan yang telah disusun oleh pengembang sistem operasi maupun yang dibuat oleh pihak lain.
  6. Membuat perkiraan alokasi sumber daya yang kita butuhkan.
    Untuk mendukung kegiatan pemasangan, kita akan membutuhkan berbagai macam sumber daya. Sumber daya tersebut dapat berupa waktu, tenaga, dan biaya. Maka agar kegiatan pemasangan dapat berjalan secara efektif dan efisien kita juga perlu untuk membuat perkiraan alokasi sumber daya tersebut. Misalnya berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan pemasangan, berapa besar biaya yang dibutuhkan seperti untuk pembelian kuota internet, pembelian media pemasangan, dan lain sebagainya.
  7. Menyenaraikan langkah-langkah alternatif yang mungkin kita pertimbangkan untuk dilaksanakan.

Setelah rencana telah disusun secara matang, maka kita dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu persiapan pemasangan.

(Bersambung…)

Iklan

Ditandai:

5 thoughts on “Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 2)

  1. […] Perencanaan Pemasangan […]

    Suka

  2. […] Perencanaan Pemasangan […]

    Suka

  3. […] Perencanaan Pemasangan […]

    Suka

  4. […] Perencanaan Pemasangan […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: