Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 1)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Pengantar

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Raab seluruh alam semesta. Tiada llah (yang berhak diibadahi dengan sebenarnya) selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta seluruh keluarganya, sahabat-sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Debian atau Proyek Debian ini adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para sukarelawan dari seluruh dunia yang berusaha untuk menghasilkan sebuah distribusi sistem operasi yang seluruhnya tersusun dari perangkat lunak bebas dan mempromosikan cita-cita komunitas Perangkat Lunak Bebas. Produk utama dari proyek ini adalah sistem operasi atau distribusi Debian GNU/Linux, meliputi kernel Linux, berbagai perkakas GNU dan ribuan aplikasi pra-paket (pre-packaged) lainnya. Selain itu, proyek ini juga menghasilkan beberapa varian sistem operasi yang menggunakan kernel selain Linux seperti Debian GNU/kFreeBSD yang menggunakan kernel FreeBSD dan Debian GNU/Hurd yang menggunakan kernel GNU Hurd. Proyek Debian secara resmi didirikan oleh Ian Murdock pada 16 Agustus 1993, saat beliau masih menjadi mahasiswa di Universitas Purdue, Amerika Serikat. Nama Debian berasal dari gabungan nama sang pembuat yaitu Ian Murdock dan kekasihnya saat itu yaitu Debra Lynn. Saat itu, keseluruhan konsep dari sebuah distribusi Linux merupakan sesuatu hal yang baru. Ian berangan-angan menjadikan Debian sebagai distribusi yang dibuat secara terbuka, sesuai dengan semangat Linux dan GNU.

panduan instal debian bag-1_html_fe3515d7dafb6029

Gambar 1: Laman situs web proyek Debian

Dalam perkembangannya, Proyek Debian ini telah menghasilkan sejumlah rilis stabil. Rilis stabil terakhir saat ini adalah Debian 9 yang menggunakan nama kode pengembangan “Stretchdan dirilis secara resmi pada tanggal 17 Juni 2017. Dalam rilis ini, terdapat sejumlah perubahan, antara lain:

  • Pemutakhiran paket-paket, seperti:
    • Kernel Linux 4.9.
    • GNU libc 2.24.
    • GNU coreutils 8.26.
    • Lingkungan desktop GNOME Shell 3.22, KDE Plasma 5.8, MATE 1.16, Xfce 4.12, dan lain-lain.
    • Perkakas dan bahasa pemrograman GCC 6.3, Perl 5.24, Python 3.5, PHP 7.0, dan lain-lain.
    • Perkakas perkantoran LibreOffice 5.2, Calligra Suite 2.9, dan lain-lain.
    • Peramban web Mozilla Firefox 52.0 ESR, Chromium 59, klien surel Mozilla Thunderbird 45.0, dan lain-lain.
    • Perkakas peladen web Apache 2.4.25, Nginx 1.10, pangkalan data MariaDB 10, PostgreSQL 9.6, peladen surel Postfix 3.1, Sendmail 8.15, peladen berkas Samba 4.5, dan lain-lain.
  • Pangkalan data MySQL kini digantikan oleh MariaDB.
  • Penambahan dukungan terhadap arsitektur MIPS 64 bit little endian (mips64el) dan penghentian dukungan untuk arsitektur powerpc.
  • dan lain-lain.

Debian GNU/Linux 9 secara resmi mendukung 9 macam arsitektur, yaitu:

  • i386 (keluarga prosesor x86 32 bit).
  • amd64 (keluarga prosesor x86 dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau x86-64, seperti “AMD64” dan “Intel64”).
  • armel (prosesor ARM 32 bit little endian).
  • armhf (prosesor ARM 32 bit little endian dengan perangkat keras FPU).
  • arm64 (prosesor ARM dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau AArch64).
  • mips (prosesor MIPS 32 bit big endian).
  • mipsel (prosesor MIPS 32 bit little endian).
  • mips64el (prosesor MIPS 64 bit little endian).
  • ppc64el (prosesor PowerPC 64 bit mode little endian seperti IBM POWER8 atau yang lebih baru).
  • s390x (IBM S/390 64 bit).

Sistem operasi Debian dapat dipasang menggunakan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan perkakas “debian-installer” (ini merupakan cara yang paling umum dan lebih banyak dianjurkan) atau dengan menggunakan perkakas “debootstrap”. Perkakas debian-installer ini merupakan sistem pemasangan resmi untuk distribusi Debian sejak rilis Debian 3.1 (Sarge). Perkakas ini dapat mendeteksi perangkat keras yang ada di dalam komputer dan memuat penggerak (driver) yang sesuai, menggunakan perkakas dhcp-client untuk menyiapkan sambungan jaringan, membuat dan memanipulasi partisi menggunakan perkakas partman, menjalankan perkakas debootstrap untuk memasang paket-paket sistem dasar, dan menjalankan perkakas tasksel yang memperkenankan kita untuk memasang perangkat lunak tambahan tertentu. Untuk menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan kita, perkakas tasksel akan memperkenankan kita memilih untuk memasang berbagai kumpulan perangkat lunak yang telah ditetapkan seperti sebuah peladen web atau lingkungan desktop. Sedangkan perkakas debootstrap adalah sebuah perkakas yang akan memasang sistem dasar Debian ke dalam sebuah sub-direktori sistem lain yang telah terpasang. Perkakas ini tidak memerlukan sebuah CD pemasangan, tetapi langsung mengakses ke sebuah lumbung atau repositori Debian. Perkakas ini juga dapat dipasang dan dijalankan dari sistem operasi lain, sebagai contoh, kita dapat menggunakan perkakas debootstrap untuk memasang Debian ke dalam sebuah partisi yang tidak digunakan dari sebuah sistem Fedora yang sedang berjalan.

Perkakas debian-installer terdiri dari sejumlah komponen yang memiliki tujuan khusus untuk melakukan setiap tugas pemasangan. Setiap komponen melakukan tugasnya, mengajukan pertanyaan kepada pengguna yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Komponen-komponen tersebut adalah:

  1. main-menu
    Komponen main-menu menampilkan senarai komponen-komponen kepada pengguna selama pengoperasian program pemasang (debian-installer) dan menjalankan sebuah komponen ketika komponen tersebut dipilih.
  2. localechooser
    Komponen localchooser memperkenankan pengguna untuk memilih opsi lokalisasi untuk program pemasang dan sistem yang terpasang nantinya. Opsi-opsi tersebut adalah bahasa, negara dan pelokalan. Pemasang akan menampilkan pesan dalam bahasa yang dipilih, kecuali jika terjemahan untuk bahasa tersebut tidak lengkap, sehingga beberapa pesan mungkin akan ditampilkan dalam bahasa Inggris.
  3. console-setup
    Komponen console-setup menampilkan senarai tata letak papan ketik yang modelnya dapat dipilih oleh pengguna sesuai dengan yang dimilikinya.
  4. hw-detect
    Komponen hw-detect akan mendeteksi secara otomatis sebagian beras perangkat keras sistem, termasuk kartu jaringan, kandar diska dan peranti PCMCIA.
  5. cdrom-detect
    Komponen cdrom-detect akan mencari dan mengaitkan CD pemasang Debian.
  6. netcfg
    Komponen netcfg akan mengonfigurasi sambungan jaringan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi melalui jaringan internet.
  7. iso-scan
    Komponen iso-scan akan mencari berkas-berkas citra atau ISO di dalam diska keras.
  8. choose-mirror
    Komponen choose-mirror menampilkan senarai cermin arsip Debian yang dapat dipilih oleh pengguna sebagai sumber dari pemasangan paket-paket.
  9. cdrom-checker
    Komponen cdrom-checker memeriksa keutuhan dari sebuah CD-ROM yang bertujuan untuk meyakinkan pengguna bahwa CD pemasangan tidak rusak.
  10. lowmem
    Komponen lowmem akan mencoba mendeteksi sistem dengan memori rendah dan kemudian melakukan berbagai trik untuk menghapus bagian debian-installer yang tidak perlu dari memori.
  11. anna
    anna merupakan akronim dari Anna’s Not Nearly APT. Komponen ini memasang paket yang telah dipilih dari cermin atau CD yang dipilih.
  12. user-setup
    Komponen user-setup mengeset kata sandi untuk akun root dan menambahkan sebuah akun pengguna bukan root.
  13. clock-setup
    Komponen clock-setup memutakhirkan jam sistem dan menentukan apakah jam ditaur ke UTC atau tidak.
  14. tzsetup
    Komponen tzdata memilih zona waktu berdasarkan lokasi yang dipilih sebelumnya.
  15. partman
    Komponen partman memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem, membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih dan memasangnya ke titik kait.
  16. partitioner
    Komponen partitioner memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem. Sebuah program pemartisi yang sesuai dengan arsitektur komputer kita dipilih.
  17. partconf
    Komponen partconf menampilkan senarai partisi dan membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih menurut perintah pengguna.
  18. lvmcfg
    Komponen lvmcfg membantu pengguna dalam mengonfigurasi LVM (Logical Volume Manager).
  19. mdcfg
    Komponen mdcfg memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) perangkat lunak.
  20. base-installer
    Komponen base-installer memasang sekumpulan paket paling dasar yang memungkinkan komputer bekerja di bawah Debian GNU/Linux saat dihidupkan ulang.
  21. apt-setup
     apt-setup mengonfigurasi APT biasanya secara otomatis berdasarkan media yang digunakan untuk menjalankan pemasang.
  22. pkgsel
    Komponen pkgsel menggunakan perkakas tasksel untuk memilih dan memasang perangkat lunak tambahan.
  23. os-prober
    Komponen os-prober mendeteksi sistem operasi yang terpasang saat ini di komputer dan meneruskan informasi ini kepada komponen bootloader-installer, yang dapat menawarkan sebuah kemampuan untuk menambahkan sistem operasi yang ditemukan ke dalam menu awal bootloader.
  24. bootloader-installer
    Komponen bootloader-installer memasang program pemuat boot (bootloader) pada diska keras yang diperlukan buat komputer untuk memulai menggunakan Linux tanpa menggunakan disket atau CD-ROM. Banyak program bootloader yang memungkinkan pengguna memilih sistem operasi alternatif setiap kali komputer melakukan booting.
  25. shell
    Komponen shell memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi sebuah Shell dari menu atau dalam konsol kedua
  26. save-logs
    Komponen save-logs menyediakan cara bagi pengguna untuk merekam informasi pada disket, jaringan, diska keras, atau media lain saat masalah ditemukan, untuk selanjutnya melaporkan masalah perangkat lunak pemasang secara akurat kepada pengembang Debian.

Di dalam panduan ini, kita hanya akan membahas bagaimana memasang sistem operasi Debian 9.0 pada komputer pribadi dengan arsitektur x86 dan x86-64 menggunakan perkakas debian-installer. Untuk pemasangan pada arsitektur lain atau yang menggunakan cara yang lain, kita dapat mengunjungi laman dokumentasi yang telah disediakan oleh para pengembang Debian di https://www.debian.org/releases/stable/installmanual.

Pemasangan sistem operasi Debian ini dilakukan dalam beberapa langkah. Jika melihat proses yang dilakukan, langkah-langkah pemasangan tersebut dapat kita bagi ke dalam tiga kelompok tahapan, yaitu tahapan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan pemasangan.

(Bersambung…)

Iklan

Ditandai:

6 thoughts on “Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 1)

  1. […] Pengantar […]

    Suka

  2. […] Pengantar […]

    Suka

  3. […] Pengantar […]

    Suka

  4. […] Pengantar […]

    Suka

  5. […] Pengantar […]

    Suka

  6. […] Atau jika teman-teman lebih suka membaca secara daring, maka teman-teman dapat mengunjungi pranala ini : https://idnux.wordpress.com/2017/07/31/panduan-pemasangan-debian-9-bagian-1/. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: