Arsip Bulanan: Juli 2017

Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 3)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Persiapan Pemasangan

Sebelum kegiatan pemasangan sistem operasi dilaksanakan, ada beberapa langkah yang mungkin perlu dilakukan sebagai langkah-langkah persiapan pemasangan. Dengan adanya persiapan yang baik, maka diharapkan kegiatan pemasangan dapat berhasil dilaksanakan dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Langkah-langkah persiapan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Mencari dan menggali informasi yang diperlukan, terutama yang berkaitan dengan perangkat keras dan sistem operasi yang akan digunakan serta pengaturan jaringan (jika komputer terhubung pada jaringan), kemudian mempelajarinya serta mencatat atau menuangkan informasi-informasi tersebut dalam sebuah senarai.
  2. Memeriksa kompatibilitas perangkat keras.
    Banyak produk dapat bekerja tanpa masalah di GNU/Linux. Apalagi, dukungan perangkat keras di GNU/Linux terus ditingkatkan setiap hari. Namun sampai dengan saat ini, sistem operasi GNU/Linux masih belum bisa menjalankan berbagai jenis perangkat keras seperti beberapa sistem operasi yang lain seperti Microsoft Windows dan Apple macOS. Salah satu cara untuk memeriksa atau mencoba kompatibilitas perangkat keras di Debian GNU/Linux 9 adalah dengan menggunakan sistem live Debian (Debian Live System). Sistem live Debian tersebut juga dapat digunakan sebagai media pemasangan Debian. Informasi lebih lengkap tentang sistem live Debian ini dapat ditemukan dalam laman http://www.debian.org/CD/live/.
  3. Memenuhi persyaratan perangkat keras minimum.
    Sebagaimana sistem operasi yang lain, sistem operasi Debian GNU/Linux juga menetapkan aturan tentang persyaratan perangkat keras minimum (Minimum Hardware Requirement). Aturan ini memberikan gambaran kepada para pengguna tentang batasan minimum perangkat keras yang sebaiknya dipenuhi untuk dapat menjalankan sebuah sistem Debian. Batasan ini sebenarnya bukanlah batasan yang mutlak, karena sebagaimana perangkat lunak bebas yang lain, pengguna akan diberi kebebasan dalam membangun sistem sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Untuk Debian GNU Linux 9 arsitektur i386 dan amd64, persyaratan perangkat kenas minimum yang disarankan adalah sebagai berikut:

    1. prosesor Pentium 4, 1 GHz (untuk sistem desktop). Untuk sistem arsitektur amd64 prosesor harus mendukung set instruksi tambahan 64 bit atau x86-64;
    2. untuk pemasangan tanpa desktop, RAM minimal 128 MB (disarankan 512 MB), dan peranti diska keras (harddisk) 2 GB; dan
    3. untuk pemasangan dengan desktop, RAM minimal 256 MB (disarankan 1 GB), dan peranti diska keras (harddisk) 10 GB.
  4. Mengidentifikasi dan menentukan segala kebutuhan dan keinginan.
  5. Membuat rencana pemasangan.
  6. Membaca dan mempelajari panduan pemasangan sistem operasi Debian GNU/Linux.
    Sangat disarankan bagi para calon pengguna agar selalu membaca manual, panduan maupun dokumentasi sebelum melakukan sesuatu, termasuk dalam hal pemasangan sistem operasi. Untuk sistem operasi Debian GNU/Linux 9, panduan pemasangan resmi dapat dibaca dalam laman https://www.debian.org/releases/stable/installmanual. Di dalam laman tersebut disediakan panduan pemasangan yang lengkap untuk seluruh arsitektur yang didukung oleh Debian GNU/Linux 9. Jika dirasa panduan tersebut tidak cukup membantu, kita bisa membaca dan mengikuti panduan yang dibuat oleh pihak lain, baik dalam bentuk artikel, buku elektronik maupun dalam bentuk video. Sebagai pengguna kita dapat memilih panduan yang menurut kita paling mudah untuk dipahami dan diikuti.
  7. Menentukan metode pemasangan.
    Sistem operasi Debian dapat dipasang dari beberapa jenis media, selama firmware sistem mesin (BIOS atau UEFI) mengizinkannya. Media-media tersebut antara lain media cakram optis (CD-ROM, DVD-ROM dan BD-ROM), kandar USB atau batang penyimpanan USB, jaringan, dan peranti diska keras (harddisk). Sebagai pengguna kita dapat memilih media pemasangan yang paling sesuai untuk kita.
  8. Memperoleh media pemasangan sistem.
    Sejauh ini, cara yang paling mudah untuk memasang Debian GNU/Linux adalah dengan menggunakan seperangkat CD-ROM/DVD-ROM resmi Debian. Seperangkat media cakram optis tersebut dapat kita dapatkan dengan membelinya dari penjual atau vendor media pemasangan Debian. Informasi tentang para vendor tersebut dapat kita temukan dalam laman https://www.debian.org/CD/vendors/. Selain itu, kita juga dapat mengunduh berkas-berkas citra pemasang Debian melalui laman unduh resmi Debian di https://www.debian.org/CD/http-ftp/, atau melalui cermin Debian yang tersebar di seluruh dunia, contohnya adalah cermin Debian yang disediakan oleh peladen milik kampus Universitas Indonesia (http://kambing.ui.ac.id/debian/). Senarai lengkap situs cermin Debian tersebut dapat ditemukan dalam laman https://www.debian.org/mirr­or/list.en.html. Harus selalu dipastikan bahwa arsitektur dari media pemasangan yang dipilih atau berkas citra yang diunduh tersebut telah tepat sesuai dengan arsitektur dari perangkat komputer yang akan dipasangkan.
    Berkas citra pemasang Debian merupakan berkas citra hibrida dan tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu:

    1. berkas citra CD minimal untuk pemasangan melalui jaringan (“netinst CD”);
    2. seperangkat berkas citra CD dan DVD penuh. Hanya CD atau DVD pertama yang dapat di-booting dan menyediakan semua berkas yang dibutuhkan untuk memasang sebuah sistem Debian standar. Sedangkan CD atau DVD kedua dan seterusnya berisi kumpulan paket yang dapat dipasang dan juga dapat digunakan sebagai lumbung atau repositori luring. Selain itu, juga tersedia berkas citra cakram Blu-ray yang hanya dapat diunduh menggunakan perkakas manajer unduhan jigdo;
    3. berkas citra netboot yang digunakan untuk booting dari jaringan; dan
    4. berkas citra sistem live Debian.

    Sedikit catatan bagi kita yang menggunakan komputer dengan firmware sistem UEFI dan ingin memasang sistem operasi dalam mode UEFI, agar memperhatikan jenis firmware sistem UEFI dan arsitektur dari media pemasangan Debian yang akan digunakan atau berkas citra yang akan kita unduh. Secara garis besar, UEFI terbagi atas dua jenis yaitu UEFI 32 bit dan UEFI 64 bit. Permasalahannya adalah media pemasangan Debian dengan arsitektur amd64 atau x86-64 secara resmi hanya mendukung UEFI 64 bit dan begitupun sebaliknya. Sebagian besar perangkat komputer yang ada di pasaran saat ini menggunakan UEFI 64 bit. Oleh karena itu, jika kita ingin memasang sistem operasi Debian dalam mode UEFI, kita dapat menggunakan media pemasangan atau mengunduh berkas citra yang berarsitektur amd64. Namun, jika ternyata komputer yang kita punya menggunakan UEFI 32 bit, maka kita dapat menggunakan media pemasangan atau mengunduh berkas citra yang berarsitektur i386 atau jika kita ingin tetap memasang sistem operasi Debian untuk arsitektur amd64 atau x86-64, kita dapat mengunduh berkas citra multiarsitektur atau multi-arch. Berkas citra multi-arch ini merupakan berkas citra CD minimal atau netinst CD. Untuk mengunduhnya, kita dapat mengunjungi pranala http://ftp.debian.org/debian-cd/9.0.0/multi-arch/.

  9. Mempersiapkan media pemasangan.
    Setelah berkas citra pemasang Debian telah kita dapatkan, langkah selanjutnya adalah mengekstrak ke media pemasangan yang akan digunakan dan mengaturnya agar dapat di-booting oleh perangkat komputer. Langkah-langkah persiapan media pemasangan harus disesuaikan dengan media pemasangan yang akan kita pilih. Namun, di dalam panduan ini hanya akan membahas persiapan untuk media cakram optis dan kandar USB. Jika kita telah memiliki CD atau DVD pemasang Debian yang berasal dari vendor dan kita memilih untuk menggunakannya sebagai media pemasangan secara langsung, maka langkah ini tidak perlu dilakukan.

    1. Untuk media cakram optis (CD, DVD atau BD-ROM), kita dapat membakar berkas citra pemasang Debian ke dalam media cakram optis yang telah kita sediakan. Proses pembakaran ini dapat menggunakan berbagai perkakas pembakar CD/DVD yang tersedia untuk berbagai sistem operasi yang ada. Jika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas CDBurnerXP, Nero Burning ROM, Nero Express, Power ISO, dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas K3b, Brasero, Xfburn, cdrdao, growisofs, BashBurn, dan lain-lain.
    2. Untuk media kandar USB, kita dapat menggunakan dua cara, yaitu:
      1. Menggunakan perkakas pembuat kandar USB bootabel atau perkakas penulis berkas citra ke kandar USB. ika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas Rufus, win32diskimager, Unetbootin, YUMI, dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas Usb ImageWriter, SUSE Studio ImageWriter, GNOME Disks, ISO ImageWriter, Unetbootin, dan lain-lain.
      2. Menyalin atau menulis isi berkas citra secara langsung ke kandar USB. Cara ini hanya dapat dilakukan di sistem GNU/Linux. Perintah yang dapat dijalankan adalah antara lain (sebagai contoh berkas citra adalah debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso dan kandar USB dipetakan sebagai /dev/sdb):

        # copy debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso /dev/sdb
        # cat debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso >/dev/sdb; sync

        atau

        # dd if=debian-9.0.0-amd64—DVD-1.iso of=/dev/sdb bs=1MB && sync
  10. Mencadangkan data
    Salah satu langkah yang cukup penting untuk dilakukan sebelum melakukan pemasangan sistem operasi adalah mencadangkan data terutama data-data penting kita yang ada di dalam diska keras. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kehilangan data saat proses pemartisian diska, pemformatan sistem berkas, atau karena sebab lain. Pencadangan data dapat dilakukan secara daring dengan mengunggah data ke layanan penyimpanan awan (seperti Google Drive, Dropbox dan lain-lain) atau secara luring dengan menyalin data secara manual ke media penyimpanan lain (seperti kandar USB, diska keras eksternal dan lain-lain).
  11. Mempersiapkan perangkat komputer.
    Langkah terakhir dalam tahapan persiapan ini adalah mempersiapkan perangkat komputer. Hal-hal yang mungkin perlu dipersiapkan antara lain:

    1. Mengonfigurasi firmware sistem (BIOS atau UEFI). Untuk dapat mengonfigurasi firmware sistem, kita harus masuk ke menu pengaturan firmware sistem tersebut dengan cara menekan sebuah tombol atau kombinasi tombol sesaat setelah komputer dinyalakan. Sering kali tombol tersebut adalah tombol DEL atau F2. Terkadang, beberapa pabrikan juga menggunakan tombol lain. Di dalam menu pengaturan firmware sistem kita dapat mengonfigurasi banyak hal, mulai dari perangkat keras, prioritas boot, keamanan, daya, waktu sistem dan lain-lain serta melakukan pemantauan perangkat keras yang terdapat di dalam sistem.
      Jika kita menggunakan perangkat komputer dengan firmware sistem UEFI (Unified Extensible Firmware Interface), kita harus menentukan apakah sistem akan di-booting dalam mode UEFI atau dalam mode BIOS lawas (legacy) melalui CSM (Compatibility Support Module) yang menyediakan kompatibilitas terhadap firmware BIOS (Basic Input Output System) lawas. Selain itu, kita juga sangat dianjurkan untuk menonaktifkan fitur booting aman atau UEFI Secure Boot yang terdapat di dalam UEFI karena sampai dengan rilis Debian 9 ini, Debian masih belum memiliki dukungan untuk fitur tersebut.
    2. Mempersiapkan ruang kosong di dalam diska keras sebagai tempat pemasangan sistem operasi. Langkah ini perlu dilakukan ketika di dalam komputer sebelumnya telah terpasang sistem operasi lain yang masih akan tetap digunakan atau ada data-data penting yang ingin tetap dipertahankan. Untuk mempersiapkan ruang kosong, kita dapat menggunakan berbagai perkakas manajer partisi yang tersedia untuk berbagai sistem operasi yang ada. Dengan perkakas manajer partisi ini, kita dapat membuat, menghapus, mengecilkan, memperluas, membagi dan menggabungkan partisi pada diska keras maupun media penyimpanan lainnya. Jika menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, kita dapat menggunakan perkakas Disk Management atau perkakas manajer partisi pihak ketiga seperti EasesUS Partition Master, Paragon Partition Manager, Mini Tool Partition Wizard, dan lain-lain. Sedangkan jika menggunakan sistem operasi GNU/Linux, kita dapat menggunakan perkakas GParted, KDE Parttition Manager, GNOME Disks, dan lain-lain.
    3. Jika kita saat ini menggunakan sistem operasi Windows 8 atau yang lebih baru dan kita ingin memasang Debian berdampingan dengannya dengan skema booting ganda (dual boot), maka kita sangat dianjurkan untuk menonaktifkan fitur booting cepat (fastboot) atau memulai cepat (fast startup) yang ada padanya. Untuk menonaktifkan fitur tersebut, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut:
      1. Kita buka perkakas Control Panel.
      2. Memilih menu Power Options.
        panduan instal debian bag-3_html_5e10a6c411e9040
      3. Pada bilah sisi (sidebar), kita pilih menu “Choose what the power buttons do”.
        panduan instal debian bag-3_html_5b39366ff737847c
      4. Mengeklik pada tautan “Change settings that are currently unavailable”.
        panduan instal debian bag-3_html_2d7606df829bda8b
      5. Menggulirkan ke bawah sampai menemukan sub-judulShutdown setting”, kemudian kita hapus tanda centang pada kotak centang (checkbox) “Turn on fast startup (recommended)”.
        panduan instal debian bag-3_html_7f56cd0ac9d6b0c6
      6. Menyimpan perubahan tersebut.
        panduan instal debian bag-3_html_f7c9501823fa492a

      Selain itu, kita harus memastikan partisi merupakan partisi dengan tipe “basic” bukan “dynamic”.

(Bersambung…)

Iklan

Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 1)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Pengantar

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Raab seluruh alam semesta. Tiada llah (yang berhak diibadahi dengan sebenarnya) selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta seluruh keluarganya, sahabat-sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Debian atau Proyek Debian ini adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para sukarelawan dari seluruh dunia yang berusaha untuk menghasilkan sebuah distribusi sistem operasi yang seluruhnya tersusun dari perangkat lunak bebas dan mempromosikan cita-cita komunitas Perangkat Lunak Bebas. Produk utama dari proyek ini adalah sistem operasi atau distribusi Debian GNU/Linux, meliputi kernel Linux, berbagai perkakas GNU dan ribuan aplikasi pra-paket (pre-packaged) lainnya. Selain itu, proyek ini juga menghasilkan beberapa varian sistem operasi yang menggunakan kernel selain Linux seperti Debian GNU/kFreeBSD yang menggunakan kernel FreeBSD dan Debian GNU/Hurd yang menggunakan kernel GNU Hurd. Proyek Debian secara resmi didirikan oleh Ian Murdock pada 16 Agustus 1993, saat beliau masih menjadi mahasiswa di Universitas Purdue, Amerika Serikat. Nama Debian berasal dari gabungan nama sang pembuat yaitu Ian Murdock dan kekasihnya saat itu yaitu Debra Lynn. Saat itu, keseluruhan konsep dari sebuah distribusi Linux merupakan sesuatu hal yang baru. Ian berangan-angan menjadikan Debian sebagai distribusi yang dibuat secara terbuka, sesuai dengan semangat Linux dan GNU.

panduan instal debian bag-1_html_fe3515d7dafb6029

Gambar 1: Laman situs web proyek Debian

Dalam perkembangannya, Proyek Debian ini telah menghasilkan sejumlah rilis stabil. Rilis stabil terakhir saat ini adalah Debian 9 yang menggunakan nama kode pengembangan “Stretchdan dirilis secara resmi pada tanggal 17 Juni 2017. Dalam rilis ini, terdapat sejumlah perubahan, antara lain:

  • Pemutakhiran paket-paket, seperti:
    • Kernel Linux 4.9.
    • GNU libc 2.24.
    • GNU coreutils 8.26.
    • Lingkungan desktop GNOME Shell 3.22, KDE Plasma 5.8, MATE 1.16, Xfce 4.12, dan lain-lain.
    • Perkakas dan bahasa pemrograman GCC 6.3, Perl 5.24, Python 3.5, PHP 7.0, dan lain-lain.
    • Perkakas perkantoran LibreOffice 5.2, Calligra Suite 2.9, dan lain-lain.
    • Peramban web Mozilla Firefox 52.0 ESR, Chromium 59, klien surel Mozilla Thunderbird 45.0, dan lain-lain.
    • Perkakas peladen web Apache 2.4.25, Nginx 1.10, pangkalan data MariaDB 10, PostgreSQL 9.6, peladen surel Postfix 3.1, Sendmail 8.15, peladen berkas Samba 4.5, dan lain-lain.
  • Pangkalan data MySQL kini digantikan oleh MariaDB.
  • Penambahan dukungan terhadap arsitektur MIPS 64 bit little endian (mips64el) dan penghentian dukungan untuk arsitektur powerpc.
  • dan lain-lain.

Debian GNU/Linux 9 secara resmi mendukung 9 macam arsitektur, yaitu:

  • i386 (keluarga prosesor x86 32 bit).
  • amd64 (keluarga prosesor x86 dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau x86-64, seperti “AMD64” dan “Intel64”).
  • armel (prosesor ARM 32 bit little endian).
  • armhf (prosesor ARM 32 bit little endian dengan perangkat keras FPU).
  • arm64 (prosesor ARM dengan dukungan set instruksi tambahan 64 bit atau AArch64).
  • mips (prosesor MIPS 32 bit big endian).
  • mipsel (prosesor MIPS 32 bit little endian).
  • mips64el (prosesor MIPS 64 bit little endian).
  • ppc64el (prosesor PowerPC 64 bit mode little endian seperti IBM POWER8 atau yang lebih baru).
  • s390x (IBM S/390 64 bit).

Sistem operasi Debian dapat dipasang menggunakan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan perkakas “debian-installer” (ini merupakan cara yang paling umum dan lebih banyak dianjurkan) atau dengan menggunakan perkakas “debootstrap”. Perkakas debian-installer ini merupakan sistem pemasangan resmi untuk distribusi Debian sejak rilis Debian 3.1 (Sarge). Perkakas ini dapat mendeteksi perangkat keras yang ada di dalam komputer dan memuat penggerak (driver) yang sesuai, menggunakan perkakas dhcp-client untuk menyiapkan sambungan jaringan, membuat dan memanipulasi partisi menggunakan perkakas partman, menjalankan perkakas debootstrap untuk memasang paket-paket sistem dasar, dan menjalankan perkakas tasksel yang memperkenankan kita untuk memasang perangkat lunak tambahan tertentu. Untuk menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan kita, perkakas tasksel akan memperkenankan kita memilih untuk memasang berbagai kumpulan perangkat lunak yang telah ditetapkan seperti sebuah peladen web atau lingkungan desktop. Sedangkan perkakas debootstrap adalah sebuah perkakas yang akan memasang sistem dasar Debian ke dalam sebuah sub-direktori sistem lain yang telah terpasang. Perkakas ini tidak memerlukan sebuah CD pemasangan, tetapi langsung mengakses ke sebuah lumbung atau repositori Debian. Perkakas ini juga dapat dipasang dan dijalankan dari sistem operasi lain, sebagai contoh, kita dapat menggunakan perkakas debootstrap untuk memasang Debian ke dalam sebuah partisi yang tidak digunakan dari sebuah sistem Fedora yang sedang berjalan.

Perkakas debian-installer terdiri dari sejumlah komponen yang memiliki tujuan khusus untuk melakukan setiap tugas pemasangan. Setiap komponen melakukan tugasnya, mengajukan pertanyaan kepada pengguna yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Komponen-komponen tersebut adalah:

  1. main-menu
    Komponen main-menu menampilkan senarai komponen-komponen kepada pengguna selama pengoperasian program pemasang (debian-installer) dan menjalankan sebuah komponen ketika komponen tersebut dipilih.
  2. localechooser
    Komponen localchooser memperkenankan pengguna untuk memilih opsi lokalisasi untuk program pemasang dan sistem yang terpasang nantinya. Opsi-opsi tersebut adalah bahasa, negara dan pelokalan. Pemasang akan menampilkan pesan dalam bahasa yang dipilih, kecuali jika terjemahan untuk bahasa tersebut tidak lengkap, sehingga beberapa pesan mungkin akan ditampilkan dalam bahasa Inggris.
  3. console-setup
    Komponen console-setup menampilkan senarai tata letak papan ketik yang modelnya dapat dipilih oleh pengguna sesuai dengan yang dimilikinya.
  4. hw-detect
    Komponen hw-detect akan mendeteksi secara otomatis sebagian beras perangkat keras sistem, termasuk kartu jaringan, kandar diska dan peranti PCMCIA.
  5. cdrom-detect
    Komponen cdrom-detect akan mencari dan mengaitkan CD pemasang Debian.
  6. netcfg
    Komponen netcfg akan mengonfigurasi sambungan jaringan komputer sehingga komputer dapat berkomunikasi melalui jaringan internet.
  7. iso-scan
    Komponen iso-scan akan mencari berkas-berkas citra atau ISO di dalam diska keras.
  8. choose-mirror
    Komponen choose-mirror menampilkan senarai cermin arsip Debian yang dapat dipilih oleh pengguna sebagai sumber dari pemasangan paket-paket.
  9. cdrom-checker
    Komponen cdrom-checker memeriksa keutuhan dari sebuah CD-ROM yang bertujuan untuk meyakinkan pengguna bahwa CD pemasangan tidak rusak.
  10. lowmem
    Komponen lowmem akan mencoba mendeteksi sistem dengan memori rendah dan kemudian melakukan berbagai trik untuk menghapus bagian debian-installer yang tidak perlu dari memori.
  11. anna
    anna merupakan akronim dari Anna’s Not Nearly APT. Komponen ini memasang paket yang telah dipilih dari cermin atau CD yang dipilih.
  12. user-setup
    Komponen user-setup mengeset kata sandi untuk akun root dan menambahkan sebuah akun pengguna bukan root.
  13. clock-setup
    Komponen clock-setup memutakhirkan jam sistem dan menentukan apakah jam ditaur ke UTC atau tidak.
  14. tzsetup
    Komponen tzdata memilih zona waktu berdasarkan lokasi yang dipilih sebelumnya.
  15. partman
    Komponen partman memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem, membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih dan memasangnya ke titik kait.
  16. partitioner
    Komponen partitioner memungkinkan pengguna untuk mempartisi diska yang terpasang pada sistem. Sebuah program pemartisi yang sesuai dengan arsitektur komputer kita dipilih.
  17. partconf
    Komponen partconf menampilkan senarai partisi dan membuat sistem berkas pada partisi yang dipilih menurut perintah pengguna.
  18. lvmcfg
    Komponen lvmcfg membantu pengguna dalam mengonfigurasi LVM (Logical Volume Manager).
  19. mdcfg
    Komponen mdcfg memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) perangkat lunak.
  20. base-installer
    Komponen base-installer memasang sekumpulan paket paling dasar yang memungkinkan komputer bekerja di bawah Debian GNU/Linux saat dihidupkan ulang.
  21. apt-setup
     apt-setup mengonfigurasi APT biasanya secara otomatis berdasarkan media yang digunakan untuk menjalankan pemasang.
  22. pkgsel
    Komponen pkgsel menggunakan perkakas tasksel untuk memilih dan memasang perangkat lunak tambahan.
  23. os-prober
    Komponen os-prober mendeteksi sistem operasi yang terpasang saat ini di komputer dan meneruskan informasi ini kepada komponen bootloader-installer, yang dapat menawarkan sebuah kemampuan untuk menambahkan sistem operasi yang ditemukan ke dalam menu awal bootloader.
  24. bootloader-installer
    Komponen bootloader-installer memasang program pemuat boot (bootloader) pada diska keras yang diperlukan buat komputer untuk memulai menggunakan Linux tanpa menggunakan disket atau CD-ROM. Banyak program bootloader yang memungkinkan pengguna memilih sistem operasi alternatif setiap kali komputer melakukan booting.
  25. shell
    Komponen shell memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi sebuah Shell dari menu atau dalam konsol kedua
  26. save-logs
    Komponen save-logs menyediakan cara bagi pengguna untuk merekam informasi pada disket, jaringan, diska keras, atau media lain saat masalah ditemukan, untuk selanjutnya melaporkan masalah perangkat lunak pemasang secara akurat kepada pengembang Debian.

Di dalam panduan ini, kita hanya akan membahas bagaimana memasang sistem operasi Debian 9.0 pada komputer pribadi dengan arsitektur x86 dan x86-64 menggunakan perkakas debian-installer. Untuk pemasangan pada arsitektur lain atau yang menggunakan cara yang lain, kita dapat mengunjungi laman dokumentasi yang telah disediakan oleh para pengembang Debian di https://www.debian.org/releases/stable/installmanual.

Pemasangan sistem operasi Debian ini dilakukan dalam beberapa langkah. Jika melihat proses yang dilakukan, langkah-langkah pemasangan tersebut dapat kita bagi ke dalam tiga kelompok tahapan, yaitu tahapan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan pemasangan.

(Bersambung…)

Panduan Pemasangan Debian 9 (Bagian 2)

Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9.0

untuk Komputer Pribadi dengan Arsitektur x86 dan x86-64

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Perencanaan Pemasangan

Dalam ilmu manajemen, perencanaan sering disebut dengan istilah planning yaitu persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Menurut William H. Newman (Majid, 2007: 15), perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan.

Setelah ini, mungkin akan muncul banyak pertanyaan yang berkisar tentang “apa hubungan perencanaan dengan pemasangan suatu sistem operasi atau perangkat lunak ini dan apakah perencanaan memang diperlukan dalam sebuah proses pemasangan”. Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, maka kita perlu mengetahui dan memahami dengan baik apa manfaat dari perencanaan ini. Manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan perencanaan ini antara lain adalah:

  • membantu melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien;
  • membantu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan melakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul lebih awal;
  • membantu mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan dan ancaman;
  • membantu menghindari adanya kegiatan pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol; dan
  • membantu dalam menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan serta dalam memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik di antara alternatif-alternatif lain.

Jika kegiatan perencanaan ini diterapkan saat proses pemasangan suatu sistem operasi atau perangkat lunak, maka akan dapat membantu kita dalam melaksanakan proses pemasangan tersebut secara efektif dan efisien serta dapat membantu kita menghindari dan mengatasi berbagai masalah dan hambatan yang mungkin timbul selama proses persiapan, pelaksanaan pemasangan serta setelah proses pemasangan selesai dilaksanakan. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini dirasa cukup merepotkan dan dianggap sebagai tindakan yang berlebihan, namun jika melihat manfaat yang akan kita dapat maka tidak ada salahnya jika perencanaan dapat kita laksanakan.

Dalam pemasangan sebuah sistem operasi yang dalam hal ini adalah sistem operasi Debian GNU/Linux, perencanaan yang akan kita buat mencakup tentang bagaimana cara memasang sistem operasi tersebut dan termasuk hal apa saja yang kita butuhkan dan kita inginkan ada atau dapat diterapkan ke dalam sistem, bagaimana cara untuk mewujudkan dan menerapkan kebutuhan dan keinginan tersebut, pengalokasian sumber daya serta tindakan-tindakan lain yang perlu untuk kita lakukan. Kebutuhan dan keinginan tersebut dapat dinyatakan atau dibuat dalam sebuah daftar atau senarai yang berfungsi sebagai alat bantu yang akan memudahkan kita dalam memantau dan memastikan apakah hal-hal yang kita butuhkan dan kita inginkan tersebut dapat kita wujudkan atau tidak. Kebutuhan dan keinginan tersebut dapat berupa berbagai macam hal, seperti paket-paket atau perangkat lunak apa saja yang akan dipasang, konfigurasi yang ingin diterapkan pada sistem, metode atau cara pemasangan yang akan dilakukan, media pemasangan yang akan digunakan, konfigurasi pada perangkat keras, pengalokasian waktu dan biaya, siapa yang akan melakukan kegiatan pemasangan, dan lain sebagainya.

Untuk dapat menyusun rencana pemasangan tersebut dengan baik, terdapat beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. Mengenali perangkat keras yang kita gunakan.
    Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali perangkat keras yang kita gunakan. Pengenalan yang dilakukan ini setidaknya dapat memberikan kita informasi tentang merek, tipe, dan nomor seri dari perangkat keras yang terdapat di dalam perangkat komputer yang kita miliki, seperti chip prosesor, unit pengolah grafis, chip codec audio, chip pengendali jaringan ethernet dan jaringan nirkabel, media penyimpanan, jenis firmware yang digunakan komputer (sebagai contoh apakah berupa BIOS, UEFI 32 bit atau UEFI 64 bit), dan lain sebagainya serta bagaimana dukungan sistem operasi terhadap perangkat keras dan kompatibilitas perangkat keras yang kita miliki. Informasi-informasi ini akan sangat berguna bagi kita dalam menentukan pilihan arsitektur sistem, mode booting atau mode firmware yang akan digunakan sistem, pemilihan penggerak (driver) yang paling cocok untuk perangkat keras yang ada beserta konfigurasinya, mengidentifikasi masalah yang mungkin akan timbul (yang berhubungan dengan perangkat keras), serta menentukan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya. Untuk dapat mengetahui tentang informasi tentang perangkat keras ini, kita dapat melakukan berbagai macam cara, antara lain:

    1. membaca informasi tentang spesifikasi produk yang ada di dalam buku manual atau yang tertera di dalam dus kemasan perangkat keras;
    2. mengunjungi laman dukungan yang terdapat dalam situs web resmi produsen perangkat keras;
    3. menggunakan perangkat lunak manajer peranti (device manager) jika komputer sebelumnya telah terpasang sistem operasi lain;
    4. bertanya kepada teman, saudara, atau orang lain yang lebih paham dan mengerti tentang komputer;
    5. bertanya ke forum-forum komputer daring;
    6. mengunjungi berbagai situs yang menyediakan ulasan tentang berbagai perangkat keras; dan
    7. mengunjungi laman portal dokumentasi tentang dukungan perangkat keras yang disediakan oleh pengembang sistem operasi.

    Setelah mendapatkan informasi-informasi yang kita butuhkan, baik itu informasi tentang perangkat keras, sistem operasi, atau informasi yang lain, kita sangat dianjurkan untuk mencatat atau menuangkan informasi-informasi tersebut dalam sebuah senarai. Hal yang akan membantu kita dalam mengingat informasi-informasi tersebut dan selanjutnya akan membantu kita dalam menentukan berbagai macam kebutuhan dan menetapkan langkah-langkah yang mungkin perlu untuk kita lakukan dalam pelaksanaan proses pemasangan.

  2. Mengenali sistem operasi dan perangkat lunak yang ingin kita pasang.
    Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah mencari tahu informasi tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang ingin kita pasang. Informasi yang kita butuhkan dapat berupa kelebihan dan kekurangan dari sistem operasi atau perangkat lunak tersebut, informasi tentang kebutuhan minimal pemasangan, cara pemasangan, petunjuk penggunaan, karakteristik, dan informasi teknis tentang sistem operasi atau perangkat lunak maupun informasi lainnya yang berkaitan dengannya. Tujuan utama dari pengenalan ini adalah agar kita dapat menghindari atau setidaknya memperkecil peluang timbulnya masalah saat proses pemasangan dan setelah pemasangan sistem operasi.
  3. Mengidentifikasi dan menentukan segala kebutuhan dan keinginan.
    Setelah informasi tentang perangkat keras serta sistem operasi atau perangkat lunak yang ingin dipasang telah kita dapatkan, langkah selanjutnya adalah menggali dan mengidentifikasi hal apa saya yang dibutuhkan dan diinginkan ada atau akan diterapkan pada sistem. Proses identifikasi ini dapat dilakukan dengan membuat sejumlah pertanyaan hal-hal tersebut. Contoh pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain:

    1. Arsitektur mana yang akan kita gunakan?
    2. Metode pemasangan apa yang akan kita gunakan?
    3. Mode booting apa yang akan kita gunakan?
    4. Bagaimana skema susunan partisi yang akan kita gunakan?
    5. Berapa besar alokasi ruang untuk setiap partisi dan sistem berkas apa yang akan digunakan?
    6. Paket-paket apa saja yang akan kita pasang?
    7. Lingkungan desktop apa yang akan kita gunakan?
    8. Apakah tersedia jaringan internet yang dapat digunakan untuk pembaharuan dan pemasangan sistem?
    9. Komputer mau digunakan untuk keperluan apa? Sebagai contoh apakah sebagai peladen atau untuk perangkat sehari-hari atau untuk keperluan lain.
    10. dan lain sebagainya.
  4. Menyenaraikan kebutuhan dan keinginan.
    Setelah semua kebutuhan dan keinginan tadi telah kita dapatkan, selanjutnya kita dapat menunangkan kebutuhan dan keinginan tadi ke dalam sebuah daftar atau senarai. Senarai ini sebenarnya hanya alat bantu dan tidak memiliki format yang baku. Jika kita merasa bahwa kita mampu untuk mengingat semua kebutuhan dan keinginan tadi, maka senarai tersebut tidak perlu dibuat.
  5. Menyenaraikan langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan dalam rangka persiapan dan pelaksanaan pemasangan sistem operasi.
    Senarai langkah-langkah ini juga merupakan sebuah alat bantu yang akan menjadi pedoman bagi kita dalam melaksanakan pemasangan sistem operasi. Dengan adanya sebuah pedoman maka diharapkan proses pemasangan sistem operasi ini dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam menyusun senarai ini, kita dapat memanfaatkan panduan-panduan pemasangan yang telah disusun oleh pengembang sistem operasi maupun yang dibuat oleh pihak lain.
  6. Membuat perkiraan alokasi sumber daya yang kita butuhkan.
    Untuk mendukung kegiatan pemasangan, kita akan membutuhkan berbagai macam sumber daya. Sumber daya tersebut dapat berupa waktu, tenaga, dan biaya. Maka agar kegiatan pemasangan dapat berjalan secara efektif dan efisien kita juga perlu untuk membuat perkiraan alokasi sumber daya tersebut. Misalnya berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan pemasangan, berapa besar biaya yang dibutuhkan seperti untuk pembelian kuota internet, pembelian media pemasangan, dan lain sebagainya.
  7. Menyenaraikan langkah-langkah alternatif yang mungkin kita pertimbangkan untuk dilaksanakan.

Setelah rencana telah disusun secara matang, maka kita dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu persiapan pemasangan.

(Bersambung…)